Tuesday, November 07, 2006

Foto-Foto Konferensi Pers MESTAKUNG, Kamis 19 Oktober 2006


BROKEN VERSES--Kamila Shamsie



Judul BROKEN VERSES [Surat-Surat Misterius]
Penulis KAMILA SHAMSIE
Penerjemah HILMI AKMAL
Penyunting SARI KUSUMA W. & SUHINDRATI A. SHINTA
Ukuran 13x20,5 cm
Tebal 515 halaman
Harga Rp 54.000,-

ISBN 979-14-007-3


Novel yang memesona tentang duka dan kehilangan, juga tentang dilema cinta ....

Seluruh doa yang kupanjatkan selama empat belas tahun terakhir ini hanya kutujukan pada satu orang: Mama.
Semua doa dan semua sumpah serapah.

ENAM BELAS TAHUN YANG LALU, Si Penyair, kekasih Samina, seorang pujangga kenamaan yang ditakuti setiap rezim pemerintahan di Pakistan, tewas teraniaya hingga sulit dikenali dan meninggalkan misteri.

EMPAT BELAS TAHUN YANG LALU, Samina, seorang aktivis cantik dan radikal, ibu dari Aasmaani, tak kuasa menahan kesedihan akibat kematian kekasihnya dan melangkah menuju laut, bunuh diri.

Aasmaani yang saat itu masih kecil pun depresi. Dia tak pernah mengerti, mengapa sang ibu meninggalkan dirinya. Dan dia tak pernah percaya ibunya dan si Penyair sudah mati.

KINI, tiba-tiba datang pada Aasmaani surat-surat misterius dari si Penyair, bukti bahwa si Penyair dan ibunya masih hidup. Tetapi benarkah dugaan Aasmaani itu? Benarkah kematian-kematian itu sebuah konspirasi?

Dalam pencariannya, Aasmaani bertemu dengan Ed, seorang pria menawan yang membantunya memahami masa lalunya, dan membuatnya mengerti tentang cinta. Akankah kebenaran berhasil mereka ungkap? Dan akankah cinta berhasil menyembuhkan luka Aasmaani?


"Penuh konflik politis dan kultural, juga peta-peta berbayang dari hati dan pikiran."
Independent on Sunday

____________________

KAMILA SHAMSIE lahir tahun 1973 di Pakistan. Karya-karyanya pernah dinominasikan sebagai pemenang dalam John Llewellyn Rhys/Mail on Sunday Prize). Di Pakistan dia menerima The Prime Minister�s Award for Literature. Kamila Shamsie menetap di London dan Karachi.

Thursday, October 19, 2006

Faks dari The Lyons Press tentang Rights MY JIHAD

Wednesday, October 18, 2006

Undangan : Konferensi Pers Peluncuran Buku MESTAKUNG Prof. Yohanes Surya, Ph.D

[SEGERA TERBIT] MESTAKUNG--Prof. Yohanes Surya, Ph.D


Judul MESTAKUNG
Penulis Prof. YOHANES SURYA, Ph.D
Ukuran 15 x 15.5 cm
Tebal 192 halaman
ISBN 979-114-016-2

Di saat orang berpikir bagaimana mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, Yohanes Surya justru mewujudkannya dengan hasil nyata. Obsesinya menjadikan Indonesia sebagai Pemenang Hadiah Nobel Fisika tinggal selangkah lagi. Sukses untuk Yohanes Surya, maju bangsa Indonesia!

Prof. Dr. Ir. Roy Sembel, MBA
Guru Besar FE UKI, Founder Yayasan TOFI


MESTAKUNG sangat identik dengan Prof. Yohanes Surya. Berkat MESTAKUNG pula, ia berhasil menggembleng talenta putra-putri bangsa dari berbagai wilayah untuk meraih prestasi menawan di kancah internasional. Dia layak disebut “Bapak Fisika” Indonesia.

Nasrullah Nara
Wartawan Harian Kompas


Sukses Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) adalah wujud impian, tekad, kegigihan, dan kompetensi pemuda Indonesia. Saya merekomendasikan buku ini wajib dibaca oleh siapa pun yang ingin sukses. Penuturannya sungguh menggugah dan memotivasi. Selamat membaca!

Anugerah Pekerti, Ph.D
Perintis TOFI




Sosok Prof. Yohanes Surya, Ph.D tentu sangat fenomenal. Ia tak hanya dikenal luas di Tanah Air, tetapi sudah mendunia. Kesuksesan membawa Tim Olimpiade Fisika Indonesia menjadi Juara Dunia 2006, semakin mengharumkan namanya.
Namun, pria kelahiran Jakarta, 06 November 1963 ini, tak lantas berpuas hati. Juara dunia hanyalah satu tahap menuju langkah-langkah besar lainnya: mengembangkan fisika menjadi pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Pun—ini yang paling fundamental—memunculkan Indonesia sebagai peraih Nobel Fisika.
Berbekal keyakinan terhadap MESTAKUNG yang amat dahsyat, Yohanes Surya terus bertekad memajukan fisika dan mengangkat martabat bangsa Indonesia.











Menjadikan Indonesia Juara Dunia Olimpiade Fisika adalah impian Prof. Yohanes Surya 13 tahun lalu. Dan kini, impian itu telah menjadi kenyataan. Yohanes Surya mampu membawa nama Indonesia menjadi Juara Dunia Olimpiade Fisika Internasional di Singapura tahun 2006. Sebuah prestasi yang spektakuler!

Jangan kaget! Rahasia semua itu ternyata terfokus pada satu kata: MESTAKUNG, yang berarti seMESTA menduKUNG! Istilah ini diambil dari konsep sederhana fisika, bahwa ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap partikel di sekelilingnya akan bekerja serentak demi mencapai titik ideal.

MESTAKUNG menempatkan masalah dan rintangan menjadi kondisi kritis yang mendorong kekuatan-kekuatan alam mendukung upaya mewujudkan mimpi. Dalam setiap keadaan kritis, MESTAKUNG pasti terjadi di mana pun dan bidang apa pun. Bahkan dalam kehidupan pribadi Anda.

Prof. Yohanes Surya dengan tim olimpiadenya telah membuktikan keajaiban MESTAKUNG. Melalui buku ini, dia mengisahkannya dengan tangkas. Temukan juga trik-trik jitu mewujudkan impian terbesar Anda. Dan, Anda pun pasti bisa jadi JUARA DUNIA!!!

MY JIHAD--Aukai Collins




Judul MY JIHAD
Penulis AUKAI COLLINS
Ukuran 15.5 x 23.5 cm
Tebal 368 hal.
ISBN 979-114-025-1
Penerbit PENERBIT HIKMAH (Kelompok MIZAN)
Terbit Minggu Pertama November 2006

Petualangan menakjubkan seorang mujahid Amerika dalam memasuki peperangan terpanas di dunia, kamp pelatihan Osama bin Laden, sampai menjadi agen rahasia CIA dan FBI.

[PUJIAN]
"Ini adalah pandangan yang sangat detail dan menyentuh dari dua hal: realitas konflik global yang telah membuat mereka yang tak bersalah disebut sebagai teroris padahal pemerintahlah yang melakukan teror; dan ketidakmampuan CIA dan FBI yang begitu kentara, keduanya penuh dengan orang baik yang terjebak dalam birokrasi yang dipolitisir secara berlebihan. Saya mengenal dan mengagumi mujahid yang satu ini—dia adalah seorang Amerika yang setia, muslim yang taat, dan pembicara kebenaran. Dengarkanlah dia, dan menangislah."
--ROBERT DAVID STEELE, mantan agen CIA dan penulis buku ON INTELIGENCE: SPIES AND SECRECY IN AN OPEN WORLD.

"Sebuah buku penting yang membawa Anda jauh ke dalam dunia para mujahid dan fakta mengganggu yang menjelaskan mengapa peristiwa 9 September mengejutkan bagi komunitas intelijen AS."
--ROBERT YOUNG PELTON, penulis buku THE HUNTER, THE HAMMER, AND HEAVEN, dan THE WORLD'S MOST DANGEROUS PLACES.

[ISI BUKU]
Aukai Collins telah menjalani hidup yang penuh keimanan, bahaya, dan spionase di beberapa zona perang paling berbahaya di muka bumi ini.

Perjalanan menakjubkannya dimulai pada 1993, ketika sesama pemeluk Islam di masjid San Diego menyarankan agar dia pergi ke Bosnia untuk menghentikan pemusnahan ras yang dilakukan oleh Serbia di sana. Ini akhirnya menuntunnya ke kamp-kamp pelatihan Osama bin Laden di Afghanistan, tempat Osama melatih mujahid-mujahid paling agresif dan mengerikan di dunia. Tetapi saat Ahmed Omar Saeed Sheikh—orang yang dituduh telah membuat Daniel Pearl, seorang jurnalis Wall Street Journal, tewas—memintanya untuk melakukan serangan tiba-tiba ke Kashmir, yang juga termasuk mengambil tawanan dan membunuh warga sipil, hidup Collin pun berubah arah.

Meskipun Aukai Collins menganggap jihad sebagai tingkatan tertinggi dari keimanan, dan bahkan bersedia kehilangan satu kakinya saat berjihad di Chechnya, serangan yang mendunia dari para teroris Islam membuatnya terguncang dan dia menjadi kecewa dengan cara beberapa orang menggunakan Islam untuk tujuan mereka sendiri atau untuk menyerang orang-orang yang tak bersalah. Dia kemudian direkrut oleh pemerintah Amerika sebagai agen rahasia yang menyamar dalam rangka memerangi terorisme.

Penanganan berhati batu terhadap dirinya oleh anggota-anggota penegakan hukum dan komunitas intelijen yang tidak kompeten memperlihatkan sebab mengapa pemerintah Amerika tidak mampu memerangi sesuatu yang tidak diketahuinya. FBI dan CIA sekarang telah menghabiskan jutaan dolar untuk memahami rangkaian peristiwa yang berpuncak pada tanggal 11 September, meskipun informasi yang mereka butuhkan sebenarnya sudah tersedia. Collins tidak hanya jadi akrab dengan salah satu pembajak pesawat, dia juga telah diundang oleh Osama bin Laden untuk kembali ke Afghanistan.

MY JIHAD adalah sebuah kisah pribadi mengenai ancaman terbesar perdamaian dan stabilitas dunia pada generasi kita, diceritakan oleh orang dalam yang pernah berada di kedua sisi konflik.

[TENTANG PENULIS]
AUKAI COLLINS masuk Islam saat berusia delapan belas tahun. Dia telah berkelana dan berjihad di beberapa negara di dunia, termasuk Kroasia, Pakistan, Kashmir, Afghanistan, Turki, Azerbaijan, Chechnya, Kosovo, dan Liberia. Kabar terakhir mengenainya adalah dia sedang dipenjara di Meksiko. Ini adalah buku pertamanya.

Tuesday, October 17, 2006

Liputan Talkshow & Book Signing "Cashflow for Woman" Kamis, 12 Oktober 2006






Jakarta, Hikmah--Acara Talkshow & Book Si
gning buku "Cashflow for Woman" besutan Ahmad Gozali berlangsung seru. Acara yang digagas oleh Penerbit Hikmah bersama MP Book Point dan Safir Senduk & Rekan, ini dihadiri oleh oleh belasan wartawan dan pengunjung toko buku MP Book Point. Selain dihadiri oleh Ahmad Gozali dan artis Astri Ivo, acara ini dibuka juga oleh Safir Senduk yang datang dengan rombongannya.

Dalam sambutannya, Safir Senduk mengatakan, jarang sekali penulis yang mengangkat tema perempuan dalam sudut perencana keuangan. "Jadi, saya senang sekali ketika rekan saya Ahmad Gozali menulis buku ini," tandasnya.

Dalam ulasannya, Ahmad Gozali mengatakan dia sering ditanya teman-temannya kenapa judul bukunya "Cashflow for Woman"? Ahmad Gozali dengan enteng menjawab, "Karena Perempuan Memang Istimewa"

Menurut Gozali, perempuan memiliki karakter tersendiri ketika berhadapan dengan uang. Walau sifat konsumtif antara lelaki dan perempuan sama saja, "dalam keluarga, perempuan suka mengatakan, 'uangku uangku, uangmu uangku juga," jelas Gozali. Hal menarik lain yang diungkapkan Gozali dalam bukunya ini adalah, "perempuan lebih suka menghabiskan udang untuk benda-benda kecil, tapi jumlahnya banyak, sementara lelaki sekali belanja bisa menghabiskan jutaan rupiah."

Astri Ivo, dalam sesinya, mengungkapkan bahwa sebagai perempuan karier, dia sudah terbiasa mengatur keuangan dengan apik. Sebagai seorang wanita yang dituntut tampil oke, dia mengaku "lebih suka membeli kosmetik yang memang mahal, tapi memang kualitasnya bagus."

Saat sesi tanya-jawab, peserta banyak yang antusias. Namun karena waktu berbuka sudah datang, moderator terpaksa segera menutup acara yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama itu.[]

Wednesday, October 11, 2006

Talshow & Book Signing "Cashflow for Woman"

Tuesday, October 10, 2006

Surat Edaran Hikmah ke Relasi

Memorandum of Agreement "My Jihad" yang dipegang Hikmah